
Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur strategis, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bidang Sosial, Pengurus dan Pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Muhammadiyah–‘Aisyiyah, serta Pengurus Pusat Santunan Keluarga Muhammadiyah (PSKM) se-Kabupaten Ponorogo.
Ketua MPKS PDM Ponorogo, M. Zulkarnain Ashya Hifa, menjelaskan bahwa Raker tersebut merupakan Rapat Kerja perdana yang dilaksanakan secara lintas elemen selama masa kepemimpinannya. Ia menyebutkan, meskipun hampir tiga tahun MPKS Ponorogo berjalan sejak mendapat amanah, forum Raker yang melibatkan berbagai unsur sosial baru dapat terlaksana pada tahun ini.
“Hampir tiga tahun berjalan sejak kami diamanahi tugas ini, Raker yang melibatkan lintas elemen baru kita lakukan hari ini,” ujar Zulkarnain.
Melalui Raker ini, MPKS Ponorogo berharap dapat menyamakan kerangka kerja seluruh pemangku kepentingan dengan tujuan akhir meningkatnya kualitas penyelenggaraan layanan Sosial Amal Usaha Bidang Sosial (AUMSos) Muhammadiyah di Ponorogo. Sejumlah isu strategis dibahas melalui sidang komisi yang dilaksanakan sepanjang kegiatan.
“Melalui sidang komisi yang kita lakukan hari ini, ada beberapa pembahasan penting, di antaranya penguatan kapasitas kelembagaan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) dan atau LKSLU (Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia) , pengelolaan PSKM di tingkat Cabang dan Ranting, serta pelatihan desain Canva dan pengelolaan website lembaga,” tambahnya.
Rapat Kerja MPKS PDM Ponorogo juga dihadiri oleh Zaenal Abidin, S.Sos., M.Si., selaku perwakilan MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Zaenal menekankan pentingnya pengelolaanLKSA/LU secara profesional dan berpedoman pada regulasi yang telah ditetapkan.
“Pedoman sudah ada dan sangat jelas. Semua aktivitas pengelolaan lembaga harus mengacu pada pedoman tersebut,” tegas Zaenal.

Selain rangkaian sidang komisi dan sidang pleno, kegiatan Raker juga dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MPKS PDM Ponorogo dengan Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PDM Ponorogo. Salah satu poin penting dalam MoU tersebut adalah pengembangan Madrasah Diniyah pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di lingkungan Muhammadiyah Ponorogo.
Rapat Kerja MPKS PDM Ponorogo ditutup dengan pembacaan hasil rekomendasi dari seluruh sidang komisi yang telah dilaksanakan. Rekomendasi tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan sekitar 150 peserta yang hadir, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat dan meningkatkan kualitas pelayanan sosial Muhammadiyah di Kabupaten Ponorogo.


