Hidimu Ponorogo Dilantik! Babak Baru Dakwah Inklusif Muhammadiyah Resmi Dimulai

whatsapp image 2025 11 19 at 14.11.54 813f0c01Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 di Ponorogo berubah menjadi momentum bersejarah dengan resminya pelantikan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (Hidimu) Ponorogo pada Ahad (16/11/25) di Jalan Hos Cokroaminoto. Tidak hanya sekadar seremoni, acara ini menjadi tanda bahwa dakwah inklusif di Ponorogo kini memasuki fase baru yang lebih tegas dan terarah. Pelantikan disaksikan langsung oleh jajaran PDM, PDA, ortom, serta masyarakat yang memadati lokasi. Prosesi dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Wakil Ketua MPKS PDM Ponorogo, Dwitanto Sunar W.N., SE., M.Pd. Setelah SK dibacakan, para pengurus Hidimu dipanggil maju untuk mengikuti prosesi pengukuhan.

Sekretaris PDM Ponorogo, Rudianto, memimpin pembacaan ikrar pelantikan dengan penuh khidmat. “Semoga Allah SWT selalu melimpahkan taufiq dan hidayah kepada kita semua,” ucapnya dalam doanya. Usai ikrar, SK resmi diserahkan kepada Ketua Hidimu Ponorogo terpilih, Yuli Setiyono, S.H.I., M.H.I, sekaligus mengukuhkan dimulainya kerja besar organisasi ini. Dalam sambutannya,

Yuli menegaskan tekad yang tak main-main: membuka akses dakwah Islam seluas-luasnya untuk seluruh penyandang disabilitas di Ponorogo, tanpa terkecuali. “Kami ingin memastikan dakwah Islam menjangkau setiap saudara disabilitas di Ponorogo,” tuturnya penuh komitmen. Ia menekankan bahwa setiap langkah hidup adalah proses panjang yang harus diterima dengan lapang. Para penyandang disabilitas, katanya, harus dikuatkan agar tidak larut dalam prasangka buruk kepada Allah.
“Setiap takdir Allah pasti yang terbaik, hanya saja kita perlu belajar memahami prosesnya,” lanjutnya. Yuli juga menggarisbawahi bahwa Hidimu bukan sekadar struktur organisasi. Ia hadir sebagai ruang penguatan spiritual, tempat memupuk optimisme, dan wadah pengembangan karakter, terutama bagi mereka yang selama ini sering dipinggirkan.

whatsapp image 2025 11 19 at 14.12.22 acdb413a“Kami ingin membuktikan bahwa di balik keterbatasan, selalu ada potensi yang menunggu untuk disinergikan,” tegasnya. Tak berhenti di situ, ia menekankan pentingnya program kemandirian dan pemberdayaan agar penyandang disabilitas mampu hidup produktif dan tidak bergantung. “Masyarakat harus mengerti: penyandang disabilitas juga bisa sukses. Mereka bisa mandiri, normal, dan tampil dengan versi terbaik dirinya,” ujarnya penuh penekanan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top